Assalamu’alaikum….
Hari ini, aku ingin berbagi sedikit pengalamanku sebagai
guru yang ditempatkan di sebuah pulau bernama KANGEAN. Pulau Kangean tempatnya
lumayan jauh dari tempatku dilahirkan, sekitar 100km perjalanan laut yang harus aku lalui. Selama ini haya moda
transportasi laut yang bisa digunakan untuk mencapai pulau tersebut, baik
dengan kapal ataupun perahu. Sebenarnya perjalanan melintas laut cukup
menyenangkan asal dipenuhi syarat berikut : tidak ada gelombang laut, kondisi
kapal yang layak, dan harga tiket yang miring. Untuk moda transportasi kapal
ada 3 pilihan yang bisa kita gunakan : 1. Kapal express bahari (kapal cepat) 2.
Kapal Sumekar 3. Kapal perintis. Di antara ketiga moda tersebut memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akan aku uraikan di alenia berikut :
·
EXPRESS BAHARI
Berlayar dengan express bahari (kapal cepat) sangat
menyenangkan ketika gelombang laut sedang adem ayem, dengan kapal cepat kita
hanya butuh waktu sekitar 3,5 jam untuk sampai di pelabuhan BATU GULUK Kangean
sehingga kita tidak perlu merasa bosan berlama-lama di tengah laut. Apalagi
sarana yang disediakan express bahari lumayan nyaman dan memadai, tempat duduk
yang nyaman, kita bisa menonton film lewat pemutar dvd yang disediakan, air
conditioning (AC) sehingga kita tidak perlu merasa kepanasan, dan kamar mandi
(toilet) yang cukup terjaga kebersihannya. Dan hal terpenting yaitu kita tidak
perlu ketinggalan waktu sholat karena express bahari berlayar pukul 9 pagi dan
sampai di pelabuhan Batu Guluk sekitar pukul 12.30 siang sehingga aman untuk
bisa tunaikan sholat dzuhur. Itu beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh armada
laut express bahari. Namun, untuk kekurangannya yaitu harga tiket yang lumayan
menguras isi dompet. Tiket dibanderol
sekitar Rp 170 ribu hingga Rp 200 ribu. Bisa dibayangakan jika kita melakukan
perjalanan PP (Pergi Pulang) berapa uang yang harus kita rogoh. Hal lainnya
yaitu, jika gelombang laut lumayan besar, kita akan terlempar kanan kiri karena
express bahari terbuat dari fibre glass yang cukup ringan.
·
SUMEKAR
Kapal Sumekar menawarkan pilihan berikutnya. Harga
tiket lumayan murah yaitu Rp 84 ribu. Tapiiiii….tunggu dulu! Karena menurutku
kapal Sumekar adalah salah satu kapal yang tidak manusiawi yang pernah ada. Jangan bayangkan akan ada tempat duduk yang nyaman.
Kapal Sumekar tidak lebih dari barak pengungsi di atas laut. Dengan tiket Rp 84
ribu kita hanya berhak naik ke dek kapal tanpa fasilitas apa-apa, jadi silahkan
siapkan alas tikar untuk tempat duduk ataupun untuk sekedar tempat berbaring di
atas dek, jika ingin lebih empuk bisa sewa kasur spons tipis dengan harga sewa
per kasur Rp 10 ribu. Ingin yang lebih high class?! Kita bisa menyewa kabin di dek
bawah, kabin yang tidak begitu luas dijejali dengan deretan ranjang susun dan
dilengkapi denga 1 buah kipas angin –yang tidak mempan menghilangkan gerah, dan
aku pernah coba..hasilnya aku jackpot
berkali-kali karena kepanasan-
siapkan uang sewa Rp 25 ribu. Mau lebih exclusive? Siapkan uang Rp 100 ribu
untuk sewa kabin ABK (anak Buah Kapal). Kondisi kabin jauh lebih sempit
daripada kabin yang pertama, bahkan ranjang susun yang paling atas hampir
menyentuh langit-langit –mirip dengan burung terkurung dalam sangkar emas,
susah bernapas- kelebihannya hanya ada pada pendingin ruangan (AC). Ada lagi
yang lebih mewah?! Silahkan siapkan uang Rp 350 ribu untuk sewa kamar kapten.
Dan kamar kapten ini satu-satunya tempat yang layak huni di Kapal Sumekar! Kamar tidak terlalu
luas hanya ada satu ranjang susun, AC, dan ad sedikit lebih ruang untuk bisa
kita gunakan saat sholat. Berbicara tentang sholat, mosholla di Kapal Sumekar
hamper tidak bisa digunakan karena biasanya dipenuhi penumpang yang tergeletak
–tidur- karena mereka hanya mampu beli tiket untuk naik kapal tanpa sewa ini
itu. Tentang waktu tempuh, jika lautu adem ayem butuh sekitar 8 jam untuk
sampai. Waktu yang cukup lama dan sudah sukses membuatku mati rasa karena bosan
apa lagi aku hanya mampu bayar tiket naik ke atas kapal alias leyehan dengan
alas tikar di atas dek kapal yang super keras, alhasil tulang-tulangku rasanya
remeg, ngilu pinggang dll. Sedangakn jika gelombang lumayan besar, maka
siap-siap tambah kesabaran karena waktu tempuh yang dibutuhkan lebih lama bisa
sampai 9-10 jam, atau bisa juga lebih!! Sekaarang kita beralih ke toilet! Toiletnya menurutku kurang bersih dan
sangat sempit. Oh iya, hamper lupa!! Tadi aku sempat bilang kapal Sumekar tidak
lebih dari barak pengungsi bukan tanpa alasan karena kapal sumekar selalu
dipenuhi dengan barang-barang, jadi untuk para penumpang yang hanya mampu
membyar Rp 84 ribu siap-siap untuk berdesak-desakan dengan tumpukan barang yang
menggunung. Boleh dikatakan, Kapal Sumekar tidak pantas untuk penumpang tapi
cocoknya dijadikan kapal barang.
·
PERINTIS
Kapal Perintis bisa jadi alternatif lain. Harga
tiketnya terbilang murah Rp 40 ribu tapi itu hanya tiket untuk naik ke kapal
saja. Aku pengalaman naik perintis satu kali, saat itu kapalnya SABUK
NUSANTARA. Kapalnya lumayan besar dan cukup kuat gelombang. Saat itu aku dan beberapa
orang teman yang berprofesi sama dengan tujuan yang sama memutuskan untuk ikut
Perintis dari pelabuhan KAlianget. Kami saat itu menyewa kamar ABK, lumayan
luas dengan satu set tempat tidur susun, saju meja, dan lemari. Saat itu kami
yang tidak kebagian tempat tidur, memilih leyehan di di bawah. Harga sewa kamar
ABK Rp 300 ribu, jadi kami patungan untuk hemat ongkos. Untuk fasilitas lain,
ada tempat duduk gratis tapi rasanya badan akan sakit juga karena kelamaan
duduk karena waktu tempuh Perintis normalnya 10 jam! Ada juga kamar yang di isi
dengan deretan ranjang susun, tapi aku kurang tahu berapa harga sewanya. Di
kapal ini juga tersedia musola yang bisa kita gunakan saat masuk waktu sholat,
sayangnya kamar mandi (toilet) kurang
terurus –sempit dan kurang bersih. Untuk besar ruangan di kapal ini cukup luas
karena ukuran kapal yang lumayan besar. Kondisi kapal ini tidak terlalu parah
jika dibandingkan dengan Sumekar, selain waktu tempuh yang lebih lama. Kata
temanku ada lagi kapal perintis yang lain, tapi aku kurang tahu apa nama
kapalnya. Hanya saja di kapal tersebut agak bau –info dari teman.
Itulah gambaran moda transportasi laut yang tersedia untuk melayani rute
pelayaran Kalianget-Kangean! Tentu saja di antara ketiganya ada kelebihan dan
kekurangan masing-masing, tergantung kita akan pilih moda yang mana. Tapi,
harapanku tentu sama dengan harapan semua penumpang yang akan berlayar ke
kepulauan di kabupaten Sumenep – khususnya Kangean :”Agar pemerintah kabupaten
Sumenep biasa menyediakan moda transportasi laut yang layak dan nyaman serta
dilengkapi dengan standar keamanan maksimal, agar kami para clon penumpang
tidak merasa sesak dada karena harga tiket yang mahal dan kondisi kapal yang
mengkhawatirkan”.
Sekian uraian pengalamanku berlayar ke pulau Kangean –yang masih
berlangsung sampai sekarang. Dan aku juga akan sertakan beberapa gambar yang
tentunya bisa jadi gambaran bagaimana perjalananku dengan KAPAL SUMEKAR.
Insyaallah, lain waktu akan aku sambung lagi dengan tulisan-tulisan
pengalaman lainnya…… J
wassalam...