Selasa, 15 Desember 2015

Untuk apa berbohong?




Assalamu’alaikum….

Seberapa sering kita jujur, seberapa sering kita berbohong….

Jujur dan bohong tidak pernah sejalan, pasti berlawanan arah. Jujur adalah nilai kebaikan dari Tuhan. Bohong adalah nilai keburukan dari syetan. Namun kita manusia tentunya tidak pernah sempurna, pernah sekali waktu kita pasti berbohong, entah untuk sebuah alasan kebaikan atau untuk menutupi keburukan .namun pernahkah kita terpikir apa konsekuensi dari sebuah kejujuran dan kebohongan?! Kita sering terjebak dalam sebuah alegori pikiran kita yang membenarkan “jujur pahit, maka sebaiknya bohong untuk hal yang manis”. Sebenarnya kita sama saja dengan membodohi diri dengan sebuah legistimasi untuk mengharamkan kejujuran yang bernilai pahit dan melegalkan kebohongan yang bernilai manis.

Untuk apa kita berbohong? Katakana saja sejujurnya walaupun itu adalah pahit! Bukankah nabi sudah menekankan hal tersebut?! Memang benar untuk menjadi jujur dengan keadaan yang pahit  bukan perkara gampang. Terlalu banyak pemikiran dengan segala konsekuensi yang cenderung kita hitung dan anggap sebagai  “untung-rugi”. Kita tidak sedang tawar menawar tentang kejujuran, kita tidak akan menemukan nilai kejujuran dalam tawar menawar bursa saham atau sejenisnya. Jujur dan bohong adalah sebuah nilai diri yang terkait dengan hati kita. Sebuah kebohongan kecil yang kita anggap hal biasa akan menjadi bibit bagi kebohongan-kebohongan yang lain. Ibarat sebuah mata rantai yang tidak mudah putus. Tak perlu kita berbohong, ungkapkan saja sebenarnya walaupun harus pahit namun itu jauh lebih baik daripada kita disajikan sirup beracun yang tiap saat akan menggerogoti nilai sebuah kepercayaan yang murni.

Jadi…… untuk apa berbohong?????

Wassalam……


Tidak ada komentar:

Posting Komentar