Selasa, 15 Desember 2015

Untuk apa berbohong?




Assalamu’alaikum….

Seberapa sering kita jujur, seberapa sering kita berbohong….

Jujur dan bohong tidak pernah sejalan, pasti berlawanan arah. Jujur adalah nilai kebaikan dari Tuhan. Bohong adalah nilai keburukan dari syetan. Namun kita manusia tentunya tidak pernah sempurna, pernah sekali waktu kita pasti berbohong, entah untuk sebuah alasan kebaikan atau untuk menutupi keburukan .namun pernahkah kita terpikir apa konsekuensi dari sebuah kejujuran dan kebohongan?! Kita sering terjebak dalam sebuah alegori pikiran kita yang membenarkan “jujur pahit, maka sebaiknya bohong untuk hal yang manis”. Sebenarnya kita sama saja dengan membodohi diri dengan sebuah legistimasi untuk mengharamkan kejujuran yang bernilai pahit dan melegalkan kebohongan yang bernilai manis.

Untuk apa kita berbohong? Katakana saja sejujurnya walaupun itu adalah pahit! Bukankah nabi sudah menekankan hal tersebut?! Memang benar untuk menjadi jujur dengan keadaan yang pahit  bukan perkara gampang. Terlalu banyak pemikiran dengan segala konsekuensi yang cenderung kita hitung dan anggap sebagai  “untung-rugi”. Kita tidak sedang tawar menawar tentang kejujuran, kita tidak akan menemukan nilai kejujuran dalam tawar menawar bursa saham atau sejenisnya. Jujur dan bohong adalah sebuah nilai diri yang terkait dengan hati kita. Sebuah kebohongan kecil yang kita anggap hal biasa akan menjadi bibit bagi kebohongan-kebohongan yang lain. Ibarat sebuah mata rantai yang tidak mudah putus. Tak perlu kita berbohong, ungkapkan saja sebenarnya walaupun harus pahit namun itu jauh lebih baik daripada kita disajikan sirup beracun yang tiap saat akan menggerogoti nilai sebuah kepercayaan yang murni.

Jadi…… untuk apa berbohong?????

Wassalam……


Senin, 14 Desember 2015

GAMBAR PERJALANAN PULAU KANGEAN 1

assalamu'alaikum...

Aku akan posting beberapa hasil jepretan gambar perjalanku menggunakan moda transportasi kapal Sumekar beberapa waktu lalu, dalam perjalanan pulang untuk liburan sekolah ke tempat kelahiranku....... 

So... check it out!








nnnaaaahhhhhh.... itu lah beberapa gambar yang bisa aku bidik :)  selanjutnya terserah penilaian kalian!

wassalam.......

Assalamu’alaikum….

Hari ini, aku ingin berbagi sedikit pengalamanku sebagai guru yang ditempatkan di sebuah pulau bernama KANGEAN. Pulau Kangean tempatnya lumayan jauh dari tempatku dilahirkan, sekitar 100km perjalanan laut yang  harus aku lalui. Selama ini haya moda transportasi laut yang bisa digunakan untuk mencapai pulau tersebut, baik dengan kapal ataupun perahu. Sebenarnya perjalanan melintas laut cukup menyenangkan asal dipenuhi syarat berikut : tidak ada gelombang laut, kondisi kapal yang layak, dan harga tiket yang miring. Untuk moda transportasi kapal ada 3 pilihan yang bisa kita gunakan : 1. Kapal express bahari (kapal cepat) 2. Kapal Sumekar 3. Kapal perintis. Di antara ketiga moda tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akan aku uraikan di alenia berikut :

·         EXPRESS BAHARI
Berlayar dengan express bahari (kapal cepat) sangat menyenangkan ketika gelombang laut sedang adem ayem, dengan kapal cepat kita hanya butuh waktu sekitar 3,5 jam untuk sampai di pelabuhan BATU GULUK Kangean sehingga kita tidak perlu merasa bosan berlama-lama di tengah laut. Apalagi sarana yang disediakan express bahari lumayan nyaman dan memadai, tempat duduk yang nyaman, kita bisa menonton film lewat pemutar dvd yang disediakan, air conditioning (AC) sehingga kita tidak perlu merasa kepanasan, dan kamar mandi (toilet) yang cukup terjaga kebersihannya. Dan hal terpenting yaitu kita tidak perlu ketinggalan waktu sholat karena express bahari berlayar pukul 9 pagi dan sampai di pelabuhan Batu Guluk sekitar pukul 12.30 siang sehingga aman untuk bisa tunaikan sholat dzuhur. Itu beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh armada laut express bahari. Namun, untuk kekurangannya yaitu harga tiket yang lumayan menguras isi dompet. Tiket  dibanderol sekitar Rp 170 ribu hingga Rp 200 ribu. Bisa dibayangakan jika kita melakukan perjalanan PP (Pergi Pulang) berapa uang yang harus kita rogoh. Hal lainnya yaitu, jika gelombang laut lumayan besar, kita akan terlempar kanan kiri karena express bahari terbuat dari fibre glass yang cukup ringan.

·         SUMEKAR
Kapal Sumekar menawarkan pilihan berikutnya. Harga tiket lumayan murah yaitu Rp 84 ribu. Tapiiiii….tunggu dulu! Karena menurutku kapal Sumekar adalah salah satu kapal yang tidak manusiawi yang pernah ada. Jangan  bayangkan akan ada tempat duduk yang nyaman. Kapal Sumekar tidak lebih dari barak pengungsi di atas laut. Dengan tiket Rp 84 ribu kita hanya berhak naik ke dek kapal tanpa fasilitas apa-apa, jadi silahkan siapkan alas tikar untuk tempat duduk ataupun untuk sekedar tempat berbaring di atas dek, jika ingin lebih empuk bisa sewa kasur spons tipis dengan harga sewa per kasur Rp 10 ribu. Ingin yang lebih high class?! Kita bisa menyewa kabin di dek bawah, kabin yang tidak begitu luas dijejali dengan deretan ranjang susun dan dilengkapi denga 1 buah kipas angin –yang tidak mempan menghilangkan gerah, dan aku pernah coba..hasilnya aku jackpot  berkali-kali karena  kepanasan- siapkan uang sewa Rp 25 ribu. Mau lebih exclusive? Siapkan uang Rp 100 ribu untuk sewa kabin ABK (anak Buah Kapal). Kondisi kabin jauh lebih sempit daripada kabin yang pertama, bahkan ranjang susun yang paling atas hampir menyentuh langit-langit –mirip dengan burung terkurung dalam sangkar emas, susah bernapas- kelebihannya hanya ada pada pendingin ruangan (AC). Ada lagi yang lebih mewah?! Silahkan siapkan uang Rp 350 ribu untuk sewa kamar kapten. Dan kamar kapten ini satu-satunya tempat yang layak  huni di Kapal Sumekar! Kamar tidak terlalu luas hanya ada satu ranjang susun, AC, dan ad sedikit lebih ruang untuk bisa kita gunakan saat sholat. Berbicara tentang sholat, mosholla di Kapal Sumekar hamper tidak bisa digunakan karena biasanya dipenuhi penumpang yang tergeletak –tidur- karena mereka hanya mampu beli tiket untuk naik kapal tanpa sewa ini itu. Tentang waktu tempuh, jika lautu adem ayem butuh sekitar 8 jam untuk sampai. Waktu yang cukup lama dan sudah sukses membuatku mati rasa karena bosan apa lagi aku hanya mampu bayar tiket naik ke atas kapal alias leyehan dengan alas tikar di atas dek kapal yang super keras, alhasil tulang-tulangku rasanya remeg, ngilu pinggang dll. Sedangakn jika gelombang lumayan besar, maka siap-siap tambah kesabaran karena waktu tempuh yang dibutuhkan lebih lama bisa sampai 9-10 jam, atau bisa juga lebih!! Sekaarang kita beralih ke  toilet! Toiletnya menurutku kurang bersih dan sangat sempit. Oh iya, hamper lupa!! Tadi aku sempat bilang kapal Sumekar tidak lebih dari barak pengungsi bukan tanpa alasan karena kapal sumekar selalu dipenuhi dengan barang-barang, jadi untuk para penumpang yang hanya mampu membyar Rp 84 ribu siap-siap untuk berdesak-desakan dengan tumpukan barang yang menggunung. Boleh dikatakan, Kapal Sumekar tidak pantas untuk penumpang tapi cocoknya dijadikan kapal barang.

·         PERINTIS
Kapal Perintis bisa jadi alternatif lain. Harga tiketnya terbilang murah Rp 40 ribu tapi itu hanya tiket untuk naik ke kapal saja. Aku pengalaman naik perintis satu kali, saat itu kapalnya SABUK NUSANTARA. Kapalnya lumayan besar dan cukup kuat gelombang. Saat itu aku dan beberapa orang teman yang berprofesi sama dengan tujuan yang sama memutuskan untuk ikut Perintis dari pelabuhan KAlianget. Kami saat itu menyewa kamar ABK, lumayan luas dengan satu set tempat tidur susun, saju meja, dan lemari. Saat itu kami yang tidak kebagian tempat tidur, memilih leyehan di di bawah. Harga sewa kamar ABK Rp 300 ribu, jadi kami patungan untuk hemat ongkos. Untuk fasilitas lain, ada tempat duduk gratis tapi rasanya badan akan sakit juga karena kelamaan duduk karena waktu tempuh Perintis normalnya 10 jam! Ada juga kamar yang di isi dengan deretan ranjang susun, tapi aku kurang tahu berapa harga sewanya. Di kapal ini juga tersedia musola yang bisa kita gunakan saat masuk waktu sholat, sayangnya kamar mandi (toilet)  kurang terurus –sempit dan kurang bersih. Untuk besar ruangan di kapal ini cukup luas karena ukuran kapal yang lumayan besar. Kondisi kapal ini tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan Sumekar, selain waktu tempuh yang lebih lama. Kata temanku ada lagi kapal perintis yang lain, tapi aku kurang tahu apa nama kapalnya. Hanya saja di kapal tersebut agak bau –info dari teman.

Itulah gambaran moda transportasi laut yang tersedia untuk melayani rute pelayaran Kalianget-Kangean! Tentu saja di antara ketiganya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung kita akan pilih moda yang mana. Tapi, harapanku tentu sama dengan harapan semua penumpang yang akan berlayar ke kepulauan di kabupaten Sumenep – khususnya Kangean :”Agar pemerintah kabupaten Sumenep biasa menyediakan moda transportasi laut yang layak dan nyaman serta dilengkapi dengan standar keamanan maksimal, agar kami para clon penumpang tidak merasa sesak dada karena harga tiket yang mahal dan kondisi kapal yang mengkhawatirkan”.

Sekian uraian pengalamanku berlayar ke pulau Kangean –yang masih berlangsung sampai sekarang. Dan aku juga akan sertakan beberapa gambar yang tentunya bisa jadi gambaran bagaimana perjalananku dengan KAPAL SUMEKAR.
Insyaallah, lain waktu akan aku sambung lagi dengan tulisan-tulisan pengalaman lainnya…… J


wassalam...

Rabu, 18 Februari 2015

My afternoon reflection 05:33 PM

Assalamu'alaikum…

Dalam kehidupan ini manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang kompleks. Manusia dengan segala hasrat, cita, ego, dan harga diri menjadikannya rumit. Ada sekian banyak ambisi yang sering kita rekam dalam sejumlah dendrit otak kita. Obsesi menjadikan kita sebagai makhluk yang obsesif. Seandainya rekaman ambisi itu kita salin dalam sebuah daftar catatan tentu akan butuh sekian tebal daftar untuk menuliskannya dan menjadikannya kitab sakti akan tujun hidup kita. Kita yang menjadikan hidup ini ruang yang rumit dengan segudang aktivitas yang tentunya kita lakukan untuk pemenuhan ambisi maupun obsesi kita. Manusia akan dikatakan manusia ketika mereka memiliki ambisi yang akan mati-matian dikejar tanpa kenal lelah. Benar adanya ungkapan tersebut. Namun, kita pun bukan manusia yang akan puas dengan satu keberhasilan dalam daftar obsesi kita, selalu ada dan akan ada obsesi lain yang menunggu antrian untuk segera kita proses hingga kita tidak akan menjadi manusia cela karena gagal mewujudkan semua itu. Cukup tangguhkah kita sebagai manusia untuk tetap berlomba dengan kondisi yang ada kalanya memaksa kita menjadi seorang looser? Jika kita tidak sanggup menerima kegagalan, apa yang akan kita peroleh sebagai ganjaran dari semua itu? STRESS??? Tunggu dulu!!!! Mana mau kita stress? Jika kita mengalaminya maka kita akan menjadi seorang yang dengan mudahnya menyalahkan keadaan. Lalu siapa yang menjerumuskan kita dalam kondisi rentan itu? Keadaan?? Ingat!!! Kita adalah penanggungjawab dalam kehidupan yang kita jalani. Kitalah oknum yang menjerumuskan diri kita!! Ada baiknya kita menakar seberapa kuat diri kita, jiwa kita mengahadapai sekian banyak daftar rekaman ambisi kita? Tuhan tidak memaksa kita menjadi orang yang berhasil dalam segala hal, sempurna dalam segala ambisi kita. Kita hanya diminta menjadi manusia yang baik, manusia yang sederhana bersahaja namun bahagia, manusia yang tidak menentang arus ketentuan Tuhan, manusia yang pandai bersyukur dan sabar dalam menghadapi ujian yang Tuhan berikan pada kita. Itulah SEMPURNA yang paling sempurna dan tanpa noda cacat.

Wassalam…….

Jumat, 22 Agustus 2014

Ku mulai langkah ini dengan bismillah

Assalamu'alaikum

Manusia hidup bukanlah makhluk yang tanpa masalah. Setiap manusia pasti pernah bersentuhan dengan masalah. Manusiawi. Ketika manusia dihadapkan pada masalah, tentu penyelesaiannya tergantung dari apa yang manusia itu putuskan. KEPUTUSAN! Di saat kita diharuskan mengambil sebuah keputusan, bukan tidak mungkin apa yang menjadi keputusan kita akan bersilangan dengan orang lain. Akan ada orang yang akan menyela apa yang menjadi buah tekad kita. Mungkin saja akan ada orang yang akan kecewa dengan semua itu. Ribet. Tapi beginilah hidup. Sebuah masalah harus bisa menjadi jalan bagi kita untuk menjadi manusia yang jauh lebih dewasa. Manusia yang jauh lebih bijak.

Satu hal yang harus kita catat, apa pun keputusan kita jangan kita ambil di saat kita sedang dalam keadaan emosi. Putuskan sesuatu dengan mempertimbangkan segala resiko di kemudian hari agar kita tidak mencibir diri sendiri disaat sesuatu yang tidak kita kehendaki menimpa hidup kita. Niatkan bahwa keputusan kita lillahita'ala. Dan apa yang kita niatkan pun karena kita ingin menjadi manusia yang jauh lebih baik. Menjadi manusia yang memperoleh ridho dan rahmat Yang Maha Kuasa.

Wassalam

Sabtu, 16 Agustus 2014

Coretan tengah hari

Assalamu'alaikum

Akhir-akhir ini kita selalu dibuat kenyang dengan berita-berita hangat seputar sengketa hasil PEMILU beberapa waktu lalu. Masih segar dalam ingatan kita, seluruh elemen bangsa kita berduyun-duyun melakukan "pencoblosan" menyampaikan hak aspirasi mereka. PRESIDEN BARU!!!! HARAPAN BARU!!!! KEHIDUPAN BARU!!!!! CERITA BARU!!!!!. BARU yang kita inginkan tentulah "baru" dalam semua hal kebaikan. Perbaikan taraf hidup masyarakat, perbaikan kualitas pendidikan, perbaikan moral individu maupun nasional, perbaikan sanitasi, perbaikan birokrasi, dan segudang perbaikan lainnya yang menjadi cita-cita semua manusia di negeri kita tercinta ini. Idealisme masyarakat kita sangat tinggi. Kita sudah terlalu jemu dengan berita korupsi yang menggambarkan betapa kayanya negeri kita dengan KORUPTOR!!! PENCURI UANG RAKYAT! PENGHISAP DARAH NEGERI TERCINTA! Kita butuh perubahan!!!! Kurang lebih kata-kata itu pernah kita dengar terlontar dari mulut para anak negeri ini. Namun sayangnya tidak semua anak negeri memiliki keinginan dan cita-cita yang sama. Sebagian mereka dengan tenangnya melenggang menghisap darah saudara kita sendiri.

Keputusan hasil sengketa PEMILU tinggal menunggu hari. Sidang MK yang terasa alot membuat masyarakat negeri ini bertanya-tanya siapakah yang pada akhirnya menjadi presiden negeri ini?. Siapa pun dia tentu kita rakyat Indonesia yang "waras" menginginkan seorang pemimpin yang bijaksana, pemberani, bukan antek dari kekuatan asing yang diselundupkan untuk memporak-porandakan negeri ini, bukan yang bisa dijadikan kendaraan "kecurangan" para pengusaha yang rakus akan keuntungan pribadi dan kelompok.

Memilih seorang pemimpin bagi negeri ini sama beratnya dengan memilih seorang suami yang akan menjadi imam dalam kehidupan setiap pribadi perempuan. Atau mungkin jauh lebih berat, karena kesalahan seorang pemimpin bangsa akan berdamapak pada seluruh bagian bangsa ini terutama rakyat, kita sendiri. Sudah sepatutnya kita, rakyat Indonesia, harus bermetamorfosis menjadi manusia yang cerdas dan beriman serta berakhlak. Janganlah kita diperbudak hanya dengan uang sekian ratus ribu rupiah untuk menggadaikan suara kita. Kita harus jeli melihat setiap sosok calon pemimpin yang akan kita pilih. Apa yang akan kita peroleh ke depannya itu merupakan dari apa yang kita putuskan saat ini. Istikharah sebelum memutuskan, insyaallah apa yang menjadi pilihan kita merupakan sosok yang amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.

Kita adalah satu, kita adalah saudara. Jika salah satu di antara kita sakit maka saudara kita yang lain akan ikut merasakan sakit. Kita berhak berbeda pendapat tapi bukan menghujat satu sama lain. Jangan biarkan ada kelompok atau orang tertentu yang mengambil keuntungan dari perbedaan yang kita perdebatkan saat ini. Kelangsungan negeri ini bukan hanya menjadi tanggug jawab seorang presiden saja, namun juga menjadi tanggung jawab kita semua.

wassaalam

Selasa, 12 Agustus 2014

ikhlas

Assalamu'alaikum

Seandainya manusia ditanya Tuhan, apa yang kita ingin? Kita pasti membari jawaban yang menurut hemat kita adalah NYAMAN UNTUKKU!! Kita ingin sehat, ingin sukses, ingin banyak anak, ingin selalu disayang orang terkasih, tiada tempat untuk penghianatan. Atau segudang jawaban lainnya yang membuat kita bisa tidur nyenyak tanpa harus takut terjaga setiap waktu karena sesuatu hal buruk yang menimpa kita. Wajar jika itu selalu kita jadikan cita-cita abadi hidup kita. Tidak salah! Dan tidak ada yang patut di persakahkan!

Namun apakah hidup akan selalu datar saja?! Tidak mungkin. Fitrah hidup adalah perjuangan. Fitrah kita adalah khalifah. Fitrah manusia untuk selalu bergantunga pada yang Maha Kuasa akan segala sesuatu, MAha Memiliki segalanya, Maha Sempurna. Hidup mengajarkan kita untuk melalui setiap tahapan proses yang ada di dalamnya. Hidup pun adakalanya memaksa kita untuk berdamai dengan kenyataan pahit. Hidup adakalanya mengantarkan kita untuk sejenak tidak bisa tidur nyenyak di malam-malam kita. Hidup menuntun kita terjaga tiap waktu agar kita bisa membuka mata hati selebar-lebarnya jika hal pahit yang dialami orang lain pun bisa saja terjadi pada kita. Lalu apa kita harus diam terpekur tanpa respon? Apa kita harus melawan dengan mengajak orang beramai-ramai yang senasib dengan kita untuk berdemo menuntut keadilan Tuhan? Atau bagaimana??.

Segala yang kita alami sudah ada yang mengatur. Tawa, tangis, manis, pahit memang hak milik kita sebagai manusia. Kita memang tidak tercipta secara sempurna seperti KESEMPURNAAN YANG KITA TUNTUT. Bahkan kita pun tiada berhak dengan kata SEANDAINYA, dimana kenyataan meninggalkan kata SEANDAINYA di belakang pintu imajinasi. Mungkin kita sering merasa lelah dengan semua kejadian yang membuat kita marah, benci, muak, sedih, terpojok, dan tidak merasa beruntung. Tapi Tuhan tidak pernah ingin melukai kita. Tuhan sayang kita. Tuhan bukanlah seorang penipu. Apapun kejadian pahit yang menimpa pasti Tuhan menyembunyikan sesuatu yang indah yang akan menjadi milik kita secara mutlak, tanpa ada manusia lain yang berhak untuk mengutak-atik. Berpikir positif tentang Tuhan, benamkan wajah kita dalam sujud yang dalam di tengah malam, maka kita akan menyadari kebaikan Tuhan, belas kasih yang dimilikiNYA untuk kita para hambaNYA. Ikhlas…. Bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang paling menderita dalam kehidupan ini. Tengok kanan kiri kita, maka kita akan temukan mereka yang hidupnya jauh lebih hancur dari kita, tapi mereka masih mampu tersenyum manis menatap janji Tuhan. TUHAN TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA, MAKA JANGAN LARI DARI TUHAN.

Wassalam