lintas waktu
Selasa, 15 Desember 2015
Untuk apa berbohong?
Senin, 14 Desember 2015
GAMBAR PERJALANAN PULAU KANGEAN 1
Rabu, 18 Februari 2015
My afternoon reflection 05:33 PM
Assalamu'alaikum…
Dalam kehidupan ini manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang kompleks. Manusia dengan segala hasrat, cita, ego, dan harga diri menjadikannya rumit. Ada sekian banyak ambisi yang sering kita rekam dalam sejumlah dendrit otak kita. Obsesi menjadikan kita sebagai makhluk yang obsesif. Seandainya rekaman ambisi itu kita salin dalam sebuah daftar catatan tentu akan butuh sekian tebal daftar untuk menuliskannya dan menjadikannya kitab sakti akan tujun hidup kita. Kita yang menjadikan hidup ini ruang yang rumit dengan segudang aktivitas yang tentunya kita lakukan untuk pemenuhan ambisi maupun obsesi kita. Manusia akan dikatakan manusia ketika mereka memiliki ambisi yang akan mati-matian dikejar tanpa kenal lelah. Benar adanya ungkapan tersebut. Namun, kita pun bukan manusia yang akan puas dengan satu keberhasilan dalam daftar obsesi kita, selalu ada dan akan ada obsesi lain yang menunggu antrian untuk segera kita proses hingga kita tidak akan menjadi manusia cela karena gagal mewujudkan semua itu. Cukup tangguhkah kita sebagai manusia untuk tetap berlomba dengan kondisi yang ada kalanya memaksa kita menjadi seorang looser? Jika kita tidak sanggup menerima kegagalan, apa yang akan kita peroleh sebagai ganjaran dari semua itu? STRESS??? Tunggu dulu!!!! Mana mau kita stress? Jika kita mengalaminya maka kita akan menjadi seorang yang dengan mudahnya menyalahkan keadaan. Lalu siapa yang menjerumuskan kita dalam kondisi rentan itu? Keadaan?? Ingat!!! Kita adalah penanggungjawab dalam kehidupan yang kita jalani. Kitalah oknum yang menjerumuskan diri kita!! Ada baiknya kita menakar seberapa kuat diri kita, jiwa kita mengahadapai sekian banyak daftar rekaman ambisi kita? Tuhan tidak memaksa kita menjadi orang yang berhasil dalam segala hal, sempurna dalam segala ambisi kita. Kita hanya diminta menjadi manusia yang baik, manusia yang sederhana bersahaja namun bahagia, manusia yang tidak menentang arus ketentuan Tuhan, manusia yang pandai bersyukur dan sabar dalam menghadapi ujian yang Tuhan berikan pada kita. Itulah SEMPURNA yang paling sempurna dan tanpa noda cacat.
Wassalam…….
Jumat, 22 Agustus 2014
Ku mulai langkah ini dengan bismillah
Assalamu'alaikum
Manusia hidup bukanlah makhluk yang tanpa masalah. Setiap manusia pasti pernah bersentuhan dengan masalah. Manusiawi. Ketika manusia dihadapkan pada masalah, tentu penyelesaiannya tergantung dari apa yang manusia itu putuskan. KEPUTUSAN! Di saat kita diharuskan mengambil sebuah keputusan, bukan tidak mungkin apa yang menjadi keputusan kita akan bersilangan dengan orang lain. Akan ada orang yang akan menyela apa yang menjadi buah tekad kita. Mungkin saja akan ada orang yang akan kecewa dengan semua itu. Ribet. Tapi beginilah hidup. Sebuah masalah harus bisa menjadi jalan bagi kita untuk menjadi manusia yang jauh lebih dewasa. Manusia yang jauh lebih bijak.
Satu hal yang harus kita catat, apa pun keputusan kita jangan kita ambil di saat kita sedang dalam keadaan emosi. Putuskan sesuatu dengan mempertimbangkan segala resiko di kemudian hari agar kita tidak mencibir diri sendiri disaat sesuatu yang tidak kita kehendaki menimpa hidup kita. Niatkan bahwa keputusan kita lillahita'ala. Dan apa yang kita niatkan pun karena kita ingin menjadi manusia yang jauh lebih baik. Menjadi manusia yang memperoleh ridho dan rahmat Yang Maha Kuasa.
Wassalam
Sabtu, 16 Agustus 2014
Coretan tengah hari
Assalamu'alaikum
Akhir-akhir ini kita selalu dibuat kenyang dengan berita-berita hangat seputar sengketa hasil PEMILU beberapa waktu lalu. Masih segar dalam ingatan kita, seluruh elemen bangsa kita berduyun-duyun melakukan "pencoblosan" menyampaikan hak aspirasi mereka. PRESIDEN BARU!!!! HARAPAN BARU!!!! KEHIDUPAN BARU!!!!! CERITA BARU!!!!!. BARU yang kita inginkan tentulah "baru" dalam semua hal kebaikan. Perbaikan taraf hidup masyarakat, perbaikan kualitas pendidikan, perbaikan moral individu maupun nasional, perbaikan sanitasi, perbaikan birokrasi, dan segudang perbaikan lainnya yang menjadi cita-cita semua manusia di negeri kita tercinta ini. Idealisme masyarakat kita sangat tinggi. Kita sudah terlalu jemu dengan berita korupsi yang menggambarkan betapa kayanya negeri kita dengan KORUPTOR!!! PENCURI UANG RAKYAT! PENGHISAP DARAH NEGERI TERCINTA! Kita butuh perubahan!!!! Kurang lebih kata-kata itu pernah kita dengar terlontar dari mulut para anak negeri ini. Namun sayangnya tidak semua anak negeri memiliki keinginan dan cita-cita yang sama. Sebagian mereka dengan tenangnya melenggang menghisap darah saudara kita sendiri.
Keputusan hasil sengketa PEMILU tinggal menunggu hari. Sidang MK yang terasa alot membuat masyarakat negeri ini bertanya-tanya siapakah yang pada akhirnya menjadi presiden negeri ini?. Siapa pun dia tentu kita rakyat Indonesia yang "waras" menginginkan seorang pemimpin yang bijaksana, pemberani, bukan antek dari kekuatan asing yang diselundupkan untuk memporak-porandakan negeri ini, bukan yang bisa dijadikan kendaraan "kecurangan" para pengusaha yang rakus akan keuntungan pribadi dan kelompok.
Memilih seorang pemimpin bagi negeri ini sama beratnya dengan memilih seorang suami yang akan menjadi imam dalam kehidupan setiap pribadi perempuan. Atau mungkin jauh lebih berat, karena kesalahan seorang pemimpin bangsa akan berdamapak pada seluruh bagian bangsa ini terutama rakyat, kita sendiri. Sudah sepatutnya kita, rakyat Indonesia, harus bermetamorfosis menjadi manusia yang cerdas dan beriman serta berakhlak. Janganlah kita diperbudak hanya dengan uang sekian ratus ribu rupiah untuk menggadaikan suara kita. Kita harus jeli melihat setiap sosok calon pemimpin yang akan kita pilih. Apa yang akan kita peroleh ke depannya itu merupakan dari apa yang kita putuskan saat ini. Istikharah sebelum memutuskan, insyaallah apa yang menjadi pilihan kita merupakan sosok yang amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.
Kita adalah satu, kita adalah saudara. Jika salah satu di antara kita sakit maka saudara kita yang lain akan ikut merasakan sakit. Kita berhak berbeda pendapat tapi bukan menghujat satu sama lain. Jangan biarkan ada kelompok atau orang tertentu yang mengambil keuntungan dari perbedaan yang kita perdebatkan saat ini. Kelangsungan negeri ini bukan hanya menjadi tanggug jawab seorang presiden saja, namun juga menjadi tanggung jawab kita semua.
wassaalam
Selasa, 12 Agustus 2014
ikhlas
Assalamu'alaikum
Seandainya manusia ditanya Tuhan, apa yang kita ingin? Kita pasti membari jawaban yang menurut hemat kita adalah NYAMAN UNTUKKU!! Kita ingin sehat, ingin sukses, ingin banyak anak, ingin selalu disayang orang terkasih, tiada tempat untuk penghianatan. Atau segudang jawaban lainnya yang membuat kita bisa tidur nyenyak tanpa harus takut terjaga setiap waktu karena sesuatu hal buruk yang menimpa kita. Wajar jika itu selalu kita jadikan cita-cita abadi hidup kita. Tidak salah! Dan tidak ada yang patut di persakahkan!
Namun apakah hidup akan selalu datar saja?! Tidak mungkin. Fitrah hidup adalah perjuangan. Fitrah kita adalah khalifah. Fitrah manusia untuk selalu bergantunga pada yang Maha Kuasa akan segala sesuatu, MAha Memiliki segalanya, Maha Sempurna. Hidup mengajarkan kita untuk melalui setiap tahapan proses yang ada di dalamnya. Hidup pun adakalanya memaksa kita untuk berdamai dengan kenyataan pahit. Hidup adakalanya mengantarkan kita untuk sejenak tidak bisa tidur nyenyak di malam-malam kita. Hidup menuntun kita terjaga tiap waktu agar kita bisa membuka mata hati selebar-lebarnya jika hal pahit yang dialami orang lain pun bisa saja terjadi pada kita. Lalu apa kita harus diam terpekur tanpa respon? Apa kita harus melawan dengan mengajak orang beramai-ramai yang senasib dengan kita untuk berdemo menuntut keadilan Tuhan? Atau bagaimana??.
Segala yang kita alami sudah ada yang mengatur. Tawa, tangis, manis, pahit memang hak milik kita sebagai manusia. Kita memang tidak tercipta secara sempurna seperti KESEMPURNAAN YANG KITA TUNTUT. Bahkan kita pun tiada berhak dengan kata SEANDAINYA, dimana kenyataan meninggalkan kata SEANDAINYA di belakang pintu imajinasi. Mungkin kita sering merasa lelah dengan semua kejadian yang membuat kita marah, benci, muak, sedih, terpojok, dan tidak merasa beruntung. Tapi Tuhan tidak pernah ingin melukai kita. Tuhan sayang kita. Tuhan bukanlah seorang penipu. Apapun kejadian pahit yang menimpa pasti Tuhan menyembunyikan sesuatu yang indah yang akan menjadi milik kita secara mutlak, tanpa ada manusia lain yang berhak untuk mengutak-atik. Berpikir positif tentang Tuhan, benamkan wajah kita dalam sujud yang dalam di tengah malam, maka kita akan menyadari kebaikan Tuhan, belas kasih yang dimilikiNYA untuk kita para hambaNYA. Ikhlas…. Bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang paling menderita dalam kehidupan ini. Tengok kanan kiri kita, maka kita akan temukan mereka yang hidupnya jauh lebih hancur dari kita, tapi mereka masih mampu tersenyum manis menatap janji Tuhan. TUHAN TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA, MAKA JANGAN LARI DARI TUHAN.
Wassalam






