Assalamu'alaikum
Seandainya manusia ditanya Tuhan, apa yang kita ingin? Kita pasti membari jawaban yang menurut hemat kita adalah NYAMAN UNTUKKU!! Kita ingin sehat, ingin sukses, ingin banyak anak, ingin selalu disayang orang terkasih, tiada tempat untuk penghianatan. Atau segudang jawaban lainnya yang membuat kita bisa tidur nyenyak tanpa harus takut terjaga setiap waktu karena sesuatu hal buruk yang menimpa kita. Wajar jika itu selalu kita jadikan cita-cita abadi hidup kita. Tidak salah! Dan tidak ada yang patut di persakahkan!
Namun apakah hidup akan selalu datar saja?! Tidak mungkin. Fitrah hidup adalah perjuangan. Fitrah kita adalah khalifah. Fitrah manusia untuk selalu bergantunga pada yang Maha Kuasa akan segala sesuatu, MAha Memiliki segalanya, Maha Sempurna. Hidup mengajarkan kita untuk melalui setiap tahapan proses yang ada di dalamnya. Hidup pun adakalanya memaksa kita untuk berdamai dengan kenyataan pahit. Hidup adakalanya mengantarkan kita untuk sejenak tidak bisa tidur nyenyak di malam-malam kita. Hidup menuntun kita terjaga tiap waktu agar kita bisa membuka mata hati selebar-lebarnya jika hal pahit yang dialami orang lain pun bisa saja terjadi pada kita. Lalu apa kita harus diam terpekur tanpa respon? Apa kita harus melawan dengan mengajak orang beramai-ramai yang senasib dengan kita untuk berdemo menuntut keadilan Tuhan? Atau bagaimana??.
Segala yang kita alami sudah ada yang mengatur. Tawa, tangis, manis, pahit memang hak milik kita sebagai manusia. Kita memang tidak tercipta secara sempurna seperti KESEMPURNAAN YANG KITA TUNTUT. Bahkan kita pun tiada berhak dengan kata SEANDAINYA, dimana kenyataan meninggalkan kata SEANDAINYA di belakang pintu imajinasi. Mungkin kita sering merasa lelah dengan semua kejadian yang membuat kita marah, benci, muak, sedih, terpojok, dan tidak merasa beruntung. Tapi Tuhan tidak pernah ingin melukai kita. Tuhan sayang kita. Tuhan bukanlah seorang penipu. Apapun kejadian pahit yang menimpa pasti Tuhan menyembunyikan sesuatu yang indah yang akan menjadi milik kita secara mutlak, tanpa ada manusia lain yang berhak untuk mengutak-atik. Berpikir positif tentang Tuhan, benamkan wajah kita dalam sujud yang dalam di tengah malam, maka kita akan menyadari kebaikan Tuhan, belas kasih yang dimilikiNYA untuk kita para hambaNYA. Ikhlas…. Bahwa kita bukanlah satu-satunya orang yang paling menderita dalam kehidupan ini. Tengok kanan kiri kita, maka kita akan temukan mereka yang hidupnya jauh lebih hancur dari kita, tapi mereka masih mampu tersenyum manis menatap janji Tuhan. TUHAN TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA, MAKA JANGAN LARI DARI TUHAN.
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar